aedo6w

Is it bad to hold your pee?

 
Video preview
 

Transkrip & Terjemahan

 
It begins with a bit of discomfort and soon becomes a pressing sensation that's impossible to ignore.
Semua dimulai dengan sedikit rasa tidak nyaman dan segera berubah menjadi sensasi mendesak yang mustahil untuk diabaikan.
 
Finally, it's all you can think about, and out of sheer desperation, you go on a hunt for a bathroom until "ahh."
Akhirnya, hanya itu yang bisa kamu pikirkan, dan karena benar-benar terdesak, kamu berburu kamar mandi sampai akhirnya merasa lega.
 
Humans should urinate at least four to six times a day, but occasionally, the pressures of modern life forces us to clench and hold it in.
Manusia seharusnya buang air kecil setidaknya empat hingga enam kali sehari, tetapi tekanan kehidupan modern kadang memaksa kita untuk menahannya.
 
How bad is this habit, and how long can our bodies withstand it?
Seberapa buruk kebiasaan ini, dan berapa lama tubuh kita mampu menahannya?
 
The answers lie in the workings of the bladder, an oval pouch that sits inside the pelvis.
Jawabannya terletak pada cara kerja kandung kemih, sebuah kantong berbentuk oval yang berada di dalam panggul.
 
Surrounding this structure are several other organs that together make up the whole urinary system.
Mengelilingi struktur ini terdapat beberapa organ lain yang bersama-sama membentuk sistem kemih.
 
Two kidneys, two ureters, two urethral sphincters, and a urethra.
Dua ginjal, dua ureter, dua sfingter uretra, dan satu uretra.
 
Constantly trickling down from the kidneys is the yellowish liquid known as urine.
Dari ginjal terus-menerus menetes cairan kekuningan yang dikenal sebagai urine.
 
The kidneys make urine from a mix of water and the body's waste products, funneling the unwanted fluid into two muscular tubes called ureters.
Ginjal menghasilkan urine dari campuran air dan zat sisa tubuh, lalu menyalurkan cairan tersebut ke dua saluran berotot yang disebut ureter.
 
These carry it downward into the hollow organ known as the bladder.
Saluran ini membawanya turun ke organ berongga yang disebut kandung kemih.
 
This organ's muscular wall is made of tissue called detrusor muscle which relaxes as the bladder fills allowing it to inflate like a balloon.
Dinding otot organ ini tersusun dari jaringan yang disebut otot detrusor, yang akan mengendur saat kandung kemih terisi sehingga dapat mengembang seperti balon.
 
As the bladder gets full, the detrusor contracts.
Ketika kandung kemih semakin penuh, otot detrusor berkontraksi.
 
The internal urethral sphincter automatically and involuntarily opens, and the urine is released.
Sfingter uretra bagian dalam terbuka secara otomatis tanpa disadari, dan urine pun dilepaskan.
 
Whooshing downwards, the fluid enters the urethra and stops short at the external urethral sphincter.
Mengalir ke bawah dengan cepat, cairan itu masuk ke uretra dan tertahan di sfingter uretra bagian luar.
 
This works like a tap.
Bagian ini bekerja seperti keran.
 
When you want to delay urinating, you keep the sphincter closed.
Ketika kamu ingin menunda buang air kecil, kamu menjaga sfingter tetap tertutup.
 
When you want to release it, you can voluntarily open the flood gates.
Ketika kamu ingin mengeluarkannya, kamu bisa secara sadar membuka “pintu airnya”.
 
But how do you sense your bladder's fullness so you know when to pee?
Namun, bagaimana kamu merasakan kandung kemih yang penuh sehingga tahu kapan harus buang air kecil?
 
Inside the layers of detrusor muscles are millions of stretch receptors that get triggered as the bladder fills.
Di dalam lapisan otot detrusor terdapat jutaan reseptor peregangan yang terpicu saat kandung kemih terisi.
 
They send signals along your nerves to the sacral region in your spinal cord.
Reseptor ini mengirim sinyal melalui saraf ke wilayah sakral pada sumsum tulang belakangmu.
 
A reflex signal travels back to your bladder, making the detrusor muscle contract slightly and increasing the bladder's pressure so you're aware that it's filling up.
Sinyal refleks kemudian kembali ke kandung kemih, membuat otot detrusor sedikit berkontraksi dan meningkatkan tekanan sehingga kamu sadar bahwa kandung kemih sedang terisi.
 
Simultaneously, the internal urethral sphincter opens.
Pada saat yang sama, sfingter uretra bagian dalam terbuka.
 
This is called the micturition reflex.
Proses ini disebut refleks miksi.
 
The brain can counter it if it's not a good time to urinate by sending another signal to contract the external urethral sphincter.
Otak dapat menahannya jika belum waktu yang tepat untuk buang air kecil dengan mengirim sinyal lain agar sfingter uretra bagian luar berkontraksi.
 
With about 150 to 200 milliliters of urine inside of it, the bladder's muscular wall is stretched enough for you to sense that there's urine within.
Dengan sekitar 150 hingga 200 mililiter urine di dalamnya, dinding otot kandung kemih sudah cukup meregang sehingga kamu bisa merasakan adanya urine.
 
At about 400 to 500 milliliters, the pressure becomes uncomfortable.
Pada sekitar 400 hingga 500 mililiter, tekanannya mulai terasa tidak nyaman.
 
The bladder can go on stretching, but only to a point.
Kandung kemih masih bisa terus meregang, tetapi hanya sampai batas tertentu.
 
Above 1,000 milliliters, it may burst.
Jika melebihi 1.000 mililiter, kandung kemih bisa pecah.
 
Most people would lose bladder control before this happens, but in very rare cases, such as when a person can't sense the need to urinate, the pouch can rupture painfully requiring surgery to fix.
Sebagian besar orang akan kehilangan kontrol kandung kemih sebelum hal itu terjadi, tetapi dalam kasus yang sangat jarang, misalnya ketika seseorang tidak bisa merasakan dorongan untuk buang air kecil, kantong ini dapat pecah dengan menyakitkan dan memerlukan operasi untuk memperbaikinya.
 
But under normal circumstances, your decision to urinate stops the brain's signal to the external urethral sphincter, causing it to relax and the bladder to empty.
Namun dalam kondisi normal, keputusanmu untuk buang air kecil menghentikan sinyal otak ke sfingter uretra bagian luar, membuatnya mengendur dan kandung kemih pun kosong.
 
The external urethral sphincter is one of the muscles of the pelvic floor, and it provides support to the urethra and bladder neck.
Sfingter uretra bagian luar adalah salah satu otot dasar panggul, dan berfungsi menopang uretra serta leher kandung kemih.
 
It's lucky we have these pelvic floor muscles because placing pressure on the system by coughing, sneezing, laughing, or jumping could cause bladder leakage.
Beruntung kita memiliki otot dasar panggul ini karena tekanan pada sistem akibat batuk, bersin, tertawa, atau melompat dapat menyebabkan kebocoran urine.
 
Instead, the pelvic floor muscles keep the region sealed until you're ready to go.
Sebaliknya, otot dasar panggul menjaga area tersebut tetap tertutup sampai kamu siap buang air kecil.
 
But holding it in for too long, forcing out your urine too fast, or urinating without proper physical support may over time weaken or overwork that muscular sling.
Namun, terlalu lama menahan, mengeluarkan urine terlalu cepat, atau buang air kecil tanpa dukungan fisik yang baik dapat lama-kelamaan melemahkan atau membebani berlebihan otot tersebut.
 
That can lead to an overactive pelvic floor, bladder pain, urgency, or urinary incontinence.
Hal itu dapat menyebabkan dasar panggul yang terlalu aktif, nyeri kandung kemih, rasa ingin buang air kecil yang mendesak, atau inkontinensia urine.
 
So in the interest of long-term health, it's not a great habit to hold your pee.
Jadi demi kesehatan jangka panjang, menahan buang air kecil bukanlah kebiasaan yang baik.
 
But in the short term, at least, your body and brain have got you covered, so you can conveniently choose your moment of sweet release.
Namun dalam jangka pendek, tubuh dan otakmu masih mampu mengatasinya, sehingga kamu bisa memilih sendiri momen lega yang paling nyaman.

Vocabulary List

discomfort (noun) = ketidaknyamanan
pressing (adjective) = mendesak
ignore (verb) = mengabaikan
sheer (adjective) = murni, semata-mata
desperation (noun) = keputusasaan
urinate (verb) = buang air keci
occasionally (adverb) = sesekali, kadang-kadang
clench (verb) = mengencangkan, mengepalkan, menahan dengan kuat
withstand (verb) = menahan
lie (verb) = terletak
workings (noun, plural) = cara kerja, mekanisme
bladder (noun) = kandung kemih
pouch (noun) = kantong
make up (phrasal verb) = membentuk, menyusun
trickle (verb) = menetes, mengalir perlahan
yellowish (adjective) = kekuningan
waste (noun) = limbah, sisa buangan
funnel (verb) = menyalurkan (melalui saluran sempit)
muscular (adjective) = berotot, berkaitan dengan otot
downward (adverb/adjective) = ke bawah
hollow (adjective) = berongga
inflate (verb) = mengembang
involuntarily (adverb) = secara tidak sadar, tanpa disengaja
whoosh (verb) = meluncur/mengalir cepat dengan suara desiran
tap (noun) = keran
voluntarily (adverb) = secara sadar, dengan kemauan sendiri
fill (verb) = mengisi, terisi
nerve (noun) = saraf
simultaneously (adverb) = secara bersamaan
counter (verb) = melawan, menangkal
stretch (verb) = meregang, merentang
burst (verb) = pecah
rupture (verb/noun) = pecah, robek; ruptur
circumstance (noun) = keadaan, situasi
sneeze (verb) = bersin
leakage (noun) = kebocoran
sealed (adjective) = tertutup rapat
weaken (verb) = melemahkan
overwork (verb) = bekerja/melelahkan secara berlebihan
lead to (phrasal verb) = menyebabkan, mengarah pada
urgency (noun) = rasa mendesak, dorongan kuat
conveniently (adverb) = dengan nyaman/mudah, pada waktu yang tepat